Call Center - +62 823 1592 2911
Benarkah Makan Kacang Bikin Muncul Jerawat?


dr. POPY MEGA WATI
Dokter Umum di Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan
WAJAH yang sehat, cerah, dan glowing menjadi harapan semua orang, baik wanita maupun pria. Sebab wajah menjadi salah satu penilaian diri seseorang. Tak heran perawatan wajah begitu diperhatikan demi menjaga penampilan.
Begitu juga saat timbul jerawat di wajah. Setiap orang pasti kebingungan dan ingin segera menyembuhkannya. Sebab ini bisa menurunkan rasa percaya diri.
Banyak orang menganggap jerawat yang timbul di wajah karena beberapa hal. Salah satunya karena sering mengonsumsi kacang sehingga wajah menjadi rentan berjerawat.
Apakah benar mengonsumsi kacang menjadi pemicu terjadinya jerawat? Ataukah hanya sebuah mitos?
Dokter Umum di Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan dr. Popy Mega Wati mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pemicu timbulnya jerawat. Mulai dari produksi minyak alami kulit (sebum) yang berlebihan. Kemudian sumbatan pada folikel rambut oleh campuran sel kulit mati dan sebum.
Lalu Infeksi bakteri jenis Propionibacterium Acnes yang berkembang menyumbat folikel rambut serta menyebabkan peradangan. Serta faktor genetik atau keturunan.
Kondisi ini dapat terjadi jika salah satu orang tua memiliki masalah jerawat. Serta ketidakseimbangan hormon. Contohnya saat aktivitas hormon androgen berlebih atau saat terjadi perubahan hormon di masa menstruasi.
“Jerawat dapat disebabkan oleh beberapa hal. Stres juga dapat berpotensi memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada,” katanya.
Saat timbul jerawat, perlu ada penanganan yang cepat, baik, dan benar. Agar jerawat bisa sembuh dan tidakmenimbulkan bekas yang tentunya akan berdampak pada wajah. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah membersihkan wajah secara rutin. Lalu mencuci wajah dengan benar sampai bersih sehingga tidak tersisa kotoran yang memicu timbulnya jerawat.
Kemudian mengurangi pemakaian skincare dengan kadar lemak yang tinggi. Jika tidak segera membaik, gunakanlah obat jerawat. Yang tidak kalah penting adalah tidak memencet jerawat yang timbul. Karena justru dapat berdampak pada kemulusan wajah.
“Apabila timbul jerawat, beberapa langkah bisa dilakukan. Jerawat bisa segera hilang dan wajah kembali mulus bersinar,” ucapnya.
Penanganan jerawat secara cepat perlu dilakukan. Sebab jika terlambat melakukan tindakan, akan berdampak buruk pada wajah. Seperti terbentuknya bekas luka (bopeng). Kondisi ini terjadi akibat peradangan yang dalam dan merusak jaringan kulit. Lalu meninggalkan cekungan atau lubang yang sulit dihilangkan.
Jerawat yang dibiarkan begitu saja juga akan mengakibatkan perubahan warna kulit. Bercak gelap (PIH) atau kemerahan (PIE) tertinggal setelah jerawat kempes dan butuh waktu berbulan-bulan untuk pudar.
Bisa Timbulkan Peradangan bila Tak Dirawat
JIKA jerawat tidak diobati, ada dampak lainnya yang bisa terjadi. Jerawat yang lama juga dapat menimbulkan peradangan semakin parah dan menyebar. Tanpa penanganan, bakteri penyebab jerawat bisa berkembang biak dan menyebar ke pori-pori sekitar. Memicu munculnya jerawat baru yang lebih besar dan bernanah.
Dampak paling ekstrem pembiaran jerawat dapat menyebabkan infeksi kulit. Kebiasaan membiarkan jerawat matang tanpa obat dapat memicu keinginan memencetnya secara tidak steril. Tindakan ini justru berisiko mengakibatkan infeksi bakteri sekunder dan memperparah kerusakan.
“Jerawat yang timbul harus segera diobati. Sebab dapat mengakibatkan dampak buruk di wajah,” bebernya.
Jerawat di wajah juga bisa dicegah dengan beberapa hal. Mulai dari menjaga pola hidup dan makanan yang dikonsumsi. Mengkonsumsi makanan rendah glikemik. Seperti sayuran, buah beri, biji-bijian utuh (oat, quinoa), dan ikan berlemak yang kaya Omega-3 (antiinflamasi).
Selanjutnya, pandai mengelola stres. Pasalnya stres meningkatkan hormon kortisol yang memicu produksi sebum. Hal ini dapat dilakukan dengan teknik relaksasi, tidur cukup, dan olahraga rutin.
Senantiasa menjaga kebersihan kulit. Bersihkan wajah minimal dua kali sehari dengan sabun yang tepat. Jauhi kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang kotor, yang bisa memindahkan bakteri. Serta minum air putih yang cukup untuk membantu detok sifikasi tubuh dan menjaga kelembapan kulit dari dalam.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan lainnya yang dapat dilakukan untuk mencegah jerawat. Membersihkan peralatan kosmetik non-comedogenic, yang sifatnya tidak menutup pori-pori di kulit.
Menggunakan pelembap non-comedogenic, yang tidak memicu jerawat dan sesuai dengan jenis kulit. Lalu hindari memencet dan memegang jerawat karena dapat memicu infeksi pada kulit. Hindari menggosok wajah dengan menggunakan kain atau sarung tangan dengan permukaan kasar.
“Serta, menjaga kebersihan tubuh dengan segera mandi setelah beraktivitas. Karena minyak berlebih di wajah dapat memicu terjadinya jerawat,” tuturnya.
Lalu apakah mengonsumsi kacang menjadi pemicu terjadinya jerawat? Ataukah hanya sebuah mitos?
dr. Popy menjelaskan, hal itu hanya mitos. Makan kacang bukan penyebab langsung timbulnya jerawat. Secara medis, anggapan makan banyak kacang menyebabkan jerawat tidak terbukti secara langsung. Sebab kacang mengandung lemak sehat, protein, dan vitamin E yang justru bermanfaat untuk kesehatan kulit. Jerawat umumnya terjadi akibat pori-pori tersumbat oleh kotoran, produksi sebum yang berlebih, dan infeksi bakteri.
“Itu hanya mitos. Secara medis jerawat disebabkan oleh beberapa hal. Menjaga kebersihan dengan membersihkan wajah dua kali dalam sehari. Begitu penting untuk mengangkat sel-sel kulit mati, minyak berlebihan, serta sisa kosmetik di permukaan kulit yang menjadi pemicu timbulnya jerawat,” tandasnya. (ar/fun)
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter