0335-846500

Operasi yang tertunda….

Menghadapi kenyataan kalau harus dioperasi, bukanlah keinginan semua orang. Namun kalau takdir berkata lain, apa mau dikata?

Operasi atau bedah, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah pengobatan penyakit dengan jalan memotong (mengiris dan sebagainya) bagian tubuh yang sakit. Mungkin membaca definisinya saja sudah bikin ngilu ya? 

Sekecil apapun operasinya, hal tersebut adalah event besar. Maksudnya, operasi dan kondisi lanjutan sesudahnya, adalah keadaan yang tidak bisa dianggap enteng. Melibatkan banyak rasa khawatir, banyak doa, dan pula banyak anggota keluarga yang akan terlibat terutama saat proses pemulihan.

Pada dasarnya ada 2 (dua) jenis operasi yang dibagi berdasarkan tingkat kedaruratannya. Ada operasi elektif yaitu operasi yang dapat dilakukan penundaan tanpa membahayakan nyawa pasien; dan operasi CITO yang artinya quickly, fast, sooner, before long, within a short time yang dimaksudkan bahwa operasi harus dilakukan sesegera mungkin, yang dimaksudkan dengan tujuan life saving pada seorang pasien yang berada dalam keadaan darurat.

Kali ini, admin ingin berbagi beberapa hal yang harus dipersiapkan jika akan melakukan operasi elektif/terencana.

  1. Persiapan mental
  2. Berkonsultasi dengan dokter, menceritakan riwayat penyakit sedetil mungkin agar dokter dapat menentukan asesmen dan penanganan yang tepat
  3. Persiapkan segala sesuatu seperti dokumen, pemeriksaan penunjang sebelumnya, keperluan dan syarat asuransi, pakaian selama di RS, alat yang mungkin dibutuhkan setelah operasi dsb
  4. Meminta dukungan keluarga baik dari segi mental maupun fisik, terutama pada operasi-operasi besar yang membutuhkan waktu pemulihan yang lama
  5. Menghubungi rumah sakit yang ditunjuk untuk menentukan ketersediaan kamar dan mendapatkan informasi yang jelas

Lalu, apakah operasi elektif dapat tertunda setelah pasien tiba di rumah sakit…? Bisa saja.. ada beberapa penyebab tertundanya operasi elektif, seperti keterlambatan jadwal operasi sebelumnya, ada operasi CITO mendadak di kamar operasi yang harus didahulukan jadwalnya, pasien terlambat datang ke kamar operasi karena persiapan di ruang rawat inap sebelumnya, pasien yang menunggu kedatangan keluarga, problem manajerial, pasien yang diharuskan puasa tapi ternyata pasien lupa sehingga waktu puasa harus diperpanjang,atau tiba-tiba terdapat kondisi pasien yang mengharuskan operasi ditunda seperti tekanan darah yang tinggi, gula darah yang naik, dst.

Bagaimana dengan penundaan operasi elektif di Rumah Sakit Graha Sehat….?


Gambar 1. Data Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
Rumah Sakit Graha Sehat (2019)

Grafik di atas menunjukkan angka penundaan operasi elektif pada triwulan kedua (April, Mei, dan Juni) tahun 2019. Pada bulan April sebesar 0%, bulan Mei sebesar 0,64%, dan bulan Juni sebesar 0,62%. Sedangkan standar yang ditentukan pada indikator mutu wajib nasional adalah kurang dari 5% sesuai dengan UU no 44 tahun 2009 tentang rumah sakit.


Gambar 2. Operasi Katarak dengan tekhnik faecoemulsifikasi sebagai salah satu operasi elektif di Rumah Sakit Graha Sehat

Rumah Sakit Graha Sehat tentu berharap sedapat mungkin operasi elektif dilakukan sesuai jadwal, demi memberikan pelayanan yang terbaik, dan demi kenyamanan pasien dan keluarga. Semua tenaga rumah sakit kami dengan senang hati melayani, dan mendampingi pasien dan keluarga baik sebelum, saat, dan setelah operasi. (Komite PMKP RS Graha Sehat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *