0335-846500

Imunisasi Adalah Hak Semua Anak

dr. Muhammad Reza, M.Biomed, Sp.A

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Graha Sehat

(Ketua CARE Foundation)

Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan imunisasi yang lengkap. Bahkan hal itu sudah tertulis di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Imunisasi pada dasarnya merupakan investasi penting bagi masa depan anak. Tidak hanya bermanfaat besar bagi anak di masa yang mendatang, namun juga bagi para orang tuanya yaitu anak akan lebih kebal terhadap infeksi bakteri dan virus yang dimunisasikan sehingga sulit terkena penyakit, ataupun jika sampai terinfeksi maka dapat mengurangi timbulnya dampak komplikasi yang berat. Anak akan lebih terjamin kondisi kesehatannya dalam perlindungan imunisasi dibandingkan dengan anak yang tidak diberikan. Sehat bukan berarti hanya sehat fisik, mental, atau sosial, tetapi pengertian sehat lebih luas daripada itu, yaitu dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal, serta memperoleh potensi tertinggi dalam hidupnya.

Namun sangat disayangkan, manfaat imunisasi tersebut belum sepenuhnya dipahami, baik oleh anak maupun orang tuanya. Menurut WHO, setiap tahun terdapat 1,4 juta kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun yang disebabkan oleh penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Bahkan masih ada sebagian orang tua yang menganggap imunisasi tidak penting dan berbahaya bagi anaknya karena belum paham dengan baik. Ditambah lagi berbagai mitos terkait imunisasi yang beredar di masyarakat yang terbukti tidak benar dan menyesatkan menyebabkan banyak anak kehilangan hak untuk hidup berkualitas di masa depannya.

Hal tersebut adalah tidak benar sama sekali dan imunisasi adalah suatu tindakan yang amat berharga dalam memberikan perlindungan kepada anak, karena semua penyakit yang dapat divaksinasi adalah penyakit yang membahayakan anak dan dapat dicegah dari kematian ataupun dampak cacat fisik maupun mental.

Kegiatan imunisasi membutuhkan vaksin sesuai jadwal yang telah diterbitkan, vaksin merupakan anti genetik yang didalamnya terdapat virus atau bakteri yang sudah dilemahkan untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh seseorang untuk jangka waktu yang cukup panjang.

Tujuan imunisasi adalah membentuk kekebalan demi mencegah penyakit pada diri sendiri dan orang lain untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular sampai titik target nol. Kekebalan secara alami dapat disalurkan dari ibu ke bayi yang dikandung namun hanya dalam jangka waktu terbatas dan tidak berlangsung lama, maka kekebalan harus dibentuk melalui pemberian imunisasi saat bayi. Imunisasi yang paling tepat adalah saat anak sebelum terpapar penyakit berbahaya karena imunisasi adalah merupakan tindakan pencegahan.

Pemberian vaksin pada anak dapat dilakukan melalui penyuntikan ke dalam otot, di bawah kulit, atau ke dalam kulit. Namun untuk beberapa vaksin seperti polio (oral) dan rotavirus, pemberiannya dilakukan dengan meneteskan ke dalam mulut.

Untuk membuat vaksin yang aman dan berkhasiat jangka panjang, diperlukan suatu rangkaian penelitian yang cukup lama dan berhati-hati. Maka perlu disyukuri bahwa para ahli selalu berusaha mencari vaksin yang terbaik untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Sedangkan untuk menjaga mutu, vaksin disimpan dan didistribusikan dalam suhu 2oC – 8oC sebelum digunakan (cold-chain atau pendingin). Selanjutnya cara penggunaan vaksin yang sesuai standar sangat diperlukan untuk mendapatkan kadar kekebalan (imun) yang tinggi dalam jangka panjang dan mengurangi efek samping bagi pasien.

Berdasarkan jenis vaksin yang diberikan, berikut adalah fungsi imunisasi:

  1. Vaksin Hepatitis B: mencegah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B
  2. Vaksin Polio: mencegah kelumpuhan akibat infeksi virus polio di susunan saraf
  3. Vaksin BCG: mencegah sakit tuberculosis (TBC)
  4. Vaksin DTP: mencegah penyakit difteri, tetanus dan pertusis (batuk rejan)
  5. Vaksin HiB: mencegah radang paru-paru dan radang selaput otak akibat infeksi bakteri haemophillus influenzae tipe B (HiB)
  6. Vaksin Pneumokokus (PCV): mencegah radang paru-paru, radang selaput otak dan komplikasinya akibat infeksi bakteri pneumokokus
  7. Vaksin Rotavirus: mencegah diare yang disebabkan infeksi virus rotavirus
  8. Vaksin Influenza: mencegah sakit pada saluran pernapasan yang disebabkan infeksi virus influenza dan komplikasinya
  9. Vaksin Campak: mencegah sakit campak
  10. Vaksin MMR: mencegah sakit campak, campak jerman dan gondongan
  11. Vaksin Tifoid: mencegah sakit tifoid atau tifus akibat infeksi bakteri Salmonella Typhi
  12. Vaksin Hepatitis A: mencegah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A
  13. Vaksin Varisela: mencegah sakit cacar air akibat infeksi virus varisela zoster
  14. Vaksin Human Papiloma Virus (HPV): mencegah infeksi Human Papiloma Virus (HPV) yang merupakan faktor risiko untuk terjadinya kanker leher rahim
  15. Vaksin Dengue Mencegah sakit Demam Berdarah sampai terjadi komplikasi yang berat akibat dari infeksi virus dengue
  16. Vaksin Japanese enchepalitis: mencegah infeksi virus Japanese encephalitis pada otak dan komplikasinya

Gambar 1. Jadwal Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia 2017

Sehingga vaksin-vaksin tersebut merupakan hasil karya para ahli vaksin yang dibuat sangat canggih dengan berdasar atas hasil penelitian ilmiah yang akurat sehingga sangat aman untuk digunakan dalam program imunisasi.

Jika kita merujuk pada beberapa dasar hukum secara seksama, imunisasi pada hakikatnya adalah hak asasi anak. Sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia pasal 25 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya, termasuk hak atas pangan, pakaian, perumahan, dan perawatan kesehatan, serta pelayanan sosial yang dilakukan. Pasal 28H ayat 1 UUD 1945 juga menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Secara khusus dalam Pasal 45 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan tegas mengungkapkan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Lebih jauh dalam Pasal 8 diungkapkan bahwa Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spritual, dan sosial.

Sehingga kami dari lembaga sosial masyarakat yaitu CARE Foundation yang bergerak dalam kegiatan memperjuangkan hak-hak anak, bekerja sama dengan para praktisi kesehatan menghimbau orang tua agar anak-anak Indonesia mendapatkan salah satu hak asasinya yaitu imunisasi, dengan mendapatkan imunisasi maka setiap anak mendapatkan hak-haknya agar kelak dapat hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Jadi, pastikan anda jika sudah memberikan Imunisasi untuk anak anda sebagai pemenuhan haknya !